Metode Pengambilan Keputusan Hukum dalam Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama’

Akatina

Mahasiswa Program Magister Ilmu Falak UIN Walisongo

Akatinasuwignyo1@gmail.com

Pendahuluan

Nahdlatul Ulama’ adalah sebagai gerakan Jam’iyah Diniyyah Ijtima’iyyah menggunakan paham Ahlussunnah wal jama’ah dan menganut salah satu dari imam madzhab empat yaitu: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali[1], sebagai pegangan dalam berfiqih. Dengan mengikuti empat madzhab ini, menunjukkan bahwa elastisitas dan fleksibilitas serta memungkinkan bagi NU untuk pindah madzhab secara total atau beberapa hal yang dipandang sebagai kebutuhan (hajah).

Dalam memutus hukum NU mempunyai wadah yang disebut dengan bahtsul masa’il, Bahtsul masa’il adalah forum yang membahas dan memecahkan masalah maudu’iyah (tematik) dan memecahkan masalah-masalah waqi’iyah (aktual) yang memerlukan kepastian hukum dan sebagai jawaban atas persoalan yang muncul maupun respon dari keadaan yang ada dalam jam’iyyah maupun masyarakat.[2]

[1] Lihat AD NU Pasal 3 Ayat 1.

[2] Lihat ART NU Pasal 14 Ayat 4 Butir (L).

 

Selengkapnya, baca di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here