MIZWALLA DAN ISTIWA’AINI,
INSTRUMEN HISAB RUKYAT KLASIK
Oleh:
Lutfi Nur Fadhilah
Universitas Islam Negeri Walisongo
lutfinurfadhilah@gmail.com

Abstrak

Perkembangan ilmu falak dari masa ke masa banyak
memunculkan karya yang lahir dari para ahli ilmunya. Jika kita
melihat ke belakang, telah ada jam matahari atau sundial sekitar
1500 tahun SM yang digunakan oleh masyarakat Yunani dan Mesir
kuno untuk mengetahui waktu dengan memanfaatkan bayangan
matahari dari tongkat yang berdiri. Kini sundial bukan hanya bisa
dimanfaatkan untuk mengetahui waktu. Melalui modifikasi Hendro
Setyanto, sundial atau tongkat istiwak kini bisa dimanfaatkan untuk
mengukur kiblat dengan konsep kiblat setiap saat. Hasil modifikasi
tersebut menghasilkan alat baru yang dinamakan Mizwala Qibla
Finder. Mizwala Qibla Finder selain fungsi utamanya sebagai
pengukur kiblat, juga mempunyai fungsi-fungsi yang lain, seperti
mengetahui arah utara sejati. Adapun Istiwaaini merupakan
sebuah alat yang dikonsep oleh Slamet Hambali dengan prinsip
kerja sebagaimana theodolit yaitu menggunakan beda azimuth.
Sebagaimana mizwala qibla finder, istiwaaini juga dapat
digunakan untuk menentukan arah kiblat, utara sejati, waktu zuhur
dan asar, koordinat tempat, panjang bayangan dari tongkat, dan
sebaliknya. Alat ini memiliki tingkat keakuratan yang tidak terlalu
signifikan dengan theodolit.

Kata Kunci: Mizwala, Istiwaaini, Hisab, Rukyat.

Selengkapnya klik di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here