Astrolabe;

Instrumen Astronomi Klasik dan Perannya dalam Hisab Rukyat

 

Fathor Rausi

Program Magister Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang

Didasari dengan rasa keingintahuannya, manusia sudah tertarik dengan gemerlapnya benda-benda langit pada malam hari. Berawal dari imajinasi, manusia pada saat itu membayangkan formasi dan bentuk bintang di angkasa luar. Hasil imajinasi tersebut tersebut kemudian memunculkan nama-nama dan bentuk-bentuk bintang yang dikenal dengan rasi bintang. Apa yang mereka lakukan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya dalam penentuan waktu dan musim.

Pengetahuan manusia terkait dengan hal-ihwal benda-benda langit yang awalnya didasarkan pada imajinasi tersebut banyak yang diturunkan kepada generasi berikutnya sebagai khazanah peradaban pada masanya, baik berbentuk teks tulisan, tabel atau instrumen. Salah satu instrumen astronomi klasik yang merupakan proyeksi bola langit adalah Astrolabe.

Kemunculan Astrolabe tidak terlepas dari legenda-legenda yang menjadi bumbu dalam sejarah perjalanannya. Salah satunya, konon, suatu hari ketika Ptolemeus mengendarai unta, dia menjatuhkan bola celestialnya di pasir. Unta yang ditungganginya menginjak bola tersebut hingga rata. Melihat kejadian tersebut, Ptolemeus menyadari bahwa ia dapat memproyeksikan langit tiga dimensi pada cakram dua dimensi.         Terlepas dari legenda yang menyelimuti kemunculan Astrolabe, instrumen ini merupakan buah dari perkembangan ilmu yang secara estafet diturunkan secara lintas generasi dan menjadi khazanah peradaban manusia.

Peradaban Islam juga turut andil dalam melanjutkan estafet perkembangan astronomi dengan hadirnya ilmu falak dalam disiplin keilmuan Islam. Astrolabe terus mengalami modifikasi dan penyempurnaan di tangan para ilmuan Islam pada abad pertengahan, sehingga bermunculan Astrolabe dengan model baru.

Salah satu fungsi Astrolabe adalah menentukan waktu dengan berdasarkan pada posisi benda langit. Fungsi ini sangat membantu umat Islam dalam penentuan awal waktu salat dan hari kiblat (ras}d al-qiblah).

Makalah ini akan memaparkan hal-ihwal Astrolabe dengan judul: “Astrolabe; Instrumen Astronomi Klasik dan Perannya dalam Hisab Rukyat” dengan sistematika kepenulisan sebagai berikut: definisi Astrolabe, sejarah Astrolabe, klasifikasi Astrolabe, komponen Astrolabe, fungsi Astrolabe dan analisis Astrolabe dalam hisab rukyat.

Selengkapnya, klik di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here