KAJIAN ASTRONOMIS SISTEM PENANGGALAN PRANATAMANGSA

oleh: Li’izza Diana Manzil (1600028006)

 

Pendahuluan

Di Indonesia, terdapat beragam jenis kalender. Kalender Jawa-Islam merupakan salah satu kalender yang berkembang dan digunakan masyarakat Jawa sampai saat ini selain kalender Hijriah dan Masehi. Kalender Jawa-Islam digunakan masyarakat Jawa sebagai penentu waktu kegiatan ritual kejawen, kegiatan-kegiatan masyarakat seperti pertanian, pembangunan, dan perjodohan. Diantaranya adalah kalender pranatamangsa.

Pranatamangsa merupakan hasil budaya Jawa yang penuh dengan muatan sains. Tanda-tanda alam yang menggambarkan suatu peristiwa bagi orang Eropa dan Amerika lebih dipahami sebagai peristiwa fisika atau astronomi semata, padahal dari tanda-tanda alam tersebut dapat terlihat bagaimana alam mengatur dirinya dalam lingkaran kosmos yang serba teratur. Dari sanalah sebenarnya hukum alam memberi isyarat kepada manusia mengenai tata cara memperlakukan alam dan lingkungannya. Bagi orang Jawa tanda-tanda yang terwujud dalam rasi bintang, iklim, angin, maupun perilaku hewan merupakan hukum alam sebagai pertanda atau penanda untuk melakukan suatu perbuatan tertentu.[1]

Dari sinilah adanya sebuah keterkaitan, penanggalan Pranatamangsa bukan hanya sebuah sistem penanggalan yang klasik yang menggunakan sistem hukum alam namun dalam kenyataan realitas memuat astronomi yang berkembang secara kontemporer. Sehingga dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana pengertian, sejarah dan sistem penanggalan pranatamangsa, serta bagaimana penanggalan pranatamangsa dilihat dari prespektif astronomis.

[1] Rini Fidiyani dan Ubaidillah Kamal, “Penjabaran Hukum Alam menurut Pikiran Orang Jawa berdasarkan Pranata Mangsa”, Jurnal Dinamika Hukum, vol.12 No.3 September 2012, h.433.

 

Selengkapnya, DOWNLOAD DI SINI

1 COMMENT

  1. Penanggalan pratanamangsa bisa untuk perjodohan..
    Semoga kalender ini tidak punah sebagai salah satu warisan budaya kita 🙄🤓

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here